KOMUNIKASI
DESAIN VISUAL
A. Sejarah
& Pengertian Desain Komunikasi Visual
Sejarah
Komunikasi pada mulanya hanya merupakan upaya atau cara manusia menyampaikan
ide, gagasan, kemauan, hasrat dan lain sebagainya, upaya tersebut hanya supaya
manusia bisa saling berhubungan. Pada waktu itu , Komunikasi tidak dianggap
sebagai sesuatu yang harus diberi perhatian, dikaji atau distrukturkan. Namun,
pada abad ke-5 sebelum masehi, di Yunani berkembang suatu ilmu yang mengkaji
proses pernyataan antar manusia yang diberi nama retorika yang berarti seni
berpidato dan beragumentasi yang bersifat menggugah atau seni yang menggunakan
bahasa secara lancar untuk memengaruhi dan mengajak. Retorika mendapat
pembahasan khusus bahkan beberapa pemikir itu menempatkan retorika sebagai hal
penting dalam masyarakat dan pemerintahan.
Ideografi
(ideogram) adalah simbol grafis yang mewakili ide dari pada sekelompok huruf.
Para ahli berpendapat bahwa ideografi ini telah dipakai sejak zaman purbakala
di dataran eropa dan tetap menjadi bagian dari budaya manusia lebih dari 3000
tahun. Ideogram adalah jenis tulisan/simbol yang dimaknai menurut kenampakan
visual yang kemudian diterjemahkan sebagai sebuah ide, atau sebuah kalimat.
Gambar 'sebuah mata'. Ideogram adalah suatu versi lanjutan dari pictogram. Ini
adalah simbol visual atau grafis yang mewakili ide. Beberapa komunitas di
seluruh dunia datang dengan ideogram yang bervariasi untuk mewakili ide-ide
sebanyak mungkin, namun, ide-ide seperti ekspresi emosi bersifat universal di
alam, sehingga ideogram banyak mengungakp ciri manusia dengan ekspresinya di
masa itu.ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan
dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan
terlalu banyak unsur-unsur aksesoris.
Desain
komunikasi visual atau lebih dikenal di kalangan civitas akademik di Indonesia
dengan singkatan DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses
pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian
informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat
kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan
simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang
kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan.
B. Perbedaan
Desain Visual & Seni Murni
Desain
Grafis sebagai seni terapan adalah bentuk seni yang penerapannya berlaku secara
umum dalam bentuk komunikasi visual. Desain grafis adalah suatu teknik
merancang tampilan grafis agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan target
konsumen. Dalam hal ini, egoisme desainer harus dikesampingkan dan lebih
mengedepankan fungsi dari desain grafis itu sendiri. Hal itu lah yang membuat desain grafis
berbeda dengan seni visual (visual art). Sebuah karya seni lebih bersifat
ekspresif dan tidak punya tujuan secara umum. Seni bersifat individual dan
berorientasi kepada ekspresi dan kepuasan dari pembuatnya (seniman). Sedangkan
desain grafis berorientasi kepada kegunaan atau fungsinya. Desain grafis yang
baik akan dilihat dari seberapa besar impact dari karya yang dihasilkannya.
Kesimpulannya,
desain grafis dan seni murni adalah suatu hal yang berbeda. desain grafis
adalah seni yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dalam bentuk
tampilan visual. Sedang seni murni adalah ekspresi jiwa yang bersifat
individual, subjektif, dan lebih ditujukan kepada kepuasan terhadap karya,
bukan terhadap fungsi.
C. Elemen
– Elemen Desain Komunikasi Visual
1. Layout
(Tata Letak Perwajahan)
Layout
Menurut Graphic Art Encyclopedia pada (1992:296) mengatakan bahwa Layout ialah
Setingan yang dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah buku, majalah, atau
bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustras yang sobat buat sesuai
dengan bentuk yang dihasilkan. In English: “Layout is arrangement of a book,
magazine, or other publication so that and illustration follow a desired
format”.
Selanjutnya
layout juga bisa dikatakan bahwa: Layout sendiri memiliki semua bentuk
penempatan posisi dan setingan dalam catatan tepi, memberikan sebuah gambar,
penempatan posisi garis tepi, penempatan sesuai ukuran dan bentuk ilustrasi. In
English: “Layout includes directions for marginal data, pagination, marginal
allowances, center headings and side head, placement of illustration.” Layout dapat juga diartikan sebagai proses
mengatur, membuat atau merangkai sebuah unsur yang menjadi suatu susunan yang
baik sehingga menggapai tujuan. Pendapat ini di kemukakan oleh Smith dalam
Sutopo.
2. Tipografi
Tipografi
Menurut Frank Jefkins sendiri pada (1997:248) ialah: Tipografi yang Seninya
memiliki huruf, dari sebuah bilangan ribuan jumlah rancangan atau sejenis hurf
desain yang telah tersedia, menghubungkan jenis-jenis huruf yang berbeda,
menghubungkan beberapa jumlah kata yang dimiliki ruangan yang trsedia, dan
memberi tanda pada naskah sebagai proses typesetting, dengan memakai ketebalan
serta ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang lebih efektif menuju pada
keterbacaan dan keunikan, dan dapat menghasilkan sebuah gaya (style) dan
karakteristik yang menjadi iklan pada subjek. Beberapa tipe huruf yang
dikatakan oleh Wirya bahwa memiliki kesan tertentu, yaitu: kesan kuat, lembut,
berat, ringan, jelita,dll.
3. Ilustrasi
Ilustrasi
pada karya desain komunikasi visual dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. ilustrasi
yang dapat diperoleh dengan menggunakan tangan.
2. menggambar
ilustrasi yang dapat diperoleh oleh kamera atau fotografi.
Wirya
pada (1999:32) mengatakan bahwa ilustrasi itu bisa mengungkapkan sesuatu baik
secara lebih cepat akurat dan lebih efektif dari pada tekas. Sedangkan Menurut
Pudjiastuti Ilustrasi ini meiliki Fungsi-fungsinya, untuk membantu dalam
mengkomunikasikan sebuah pesan secara cepat dan tepat, untuk mempertegas sebuah
judul dari terjemahannya sehingga suasana
menjadi penuh dengan emosional dari sebuah gagasan seakan-akan hidup atau lebih
nyata, Ilustrasi juga gambaran yang tidak dapat dibaca dan mengarang sebuah
cerita seperti gambar dan tulisan informasi yang memikat pada Ilustrasi,
sehingga pesan lebih terkasan karena gambar lebih mudah diingat oleh pembaca
dari pada kata-kata.
4. Simbolisme
Simbolisme
lebih sangat efektif lagi apa bila digunakan Sebagai sarana informasi dan
komunikasi dalam menjembatani beragam perbedaan-perbedaan bahasa yang sering
digunakan oleh masyarakat, karena Simbolisme ini sifatnya universal dibandingkan dengan menggunakan
kata-kata atau bahasa. Bentuk Simbolisme yang lebihh efektif kompleks dari
simbol ialah logo, Logo dimiliki dari sebuah perusahaan karena logo itu sendiri
harus lebih mampu mencerminkan sebuah citra, Visi/Misi, jenis, serta
objektivitasnya berbeda dengan yang lainnya.
Farbey
sendiri menyatakan bahwa Banyaknya iklan yang terdapat pada elemen-elemen
grafis yang tidak cuman hanya terdapat ilustrasi saja, tetapi juga terdapat
muatan grafis yang sangat lebih penting contohnya: sebuah logo perusahaan atau
logo merek, sebuah simbol perusahaan, atau sebuah ilustrasi produk.
5. Warna
Sebuah
Elemen yang penting dapat memberi pengaruh pada sebuah desain ialah Warna,
Pemilihan suatu warna dan pengolahan atau Menghubungkan satu dengan lainnya
juga dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan mempunyai karakter
yang unik, karena sifat disetiap warna itu berbeda-beda.
Warna
dinyatakan oleh Danger bahwa Warna merupakan salah satu dari dua unsur yang
memiliki penghasilan daya tarik visual dan sesungguhnya warna itu lebih sangat
berdaya tarik dari emosi bukan dari akal.
6. Animasi
Serangkaian
gambar bergerak atau dapat dikatakan juga sebagai Animasi, khusus nya pada
multimedia akan mengakibatkan kesan yang tersendiri bagi sobat yang melihatnya.
konsep dari animasi menurut istanto ialah menggambarkan atau mendesain gambar
bergerak sehingga dapat mendukung dengan tampilan Animasi yang lebih dinamis.
Animasi
digolongkan menjadi dua teknis dalam pembuatannya , yaitu:
1. Animasi
dua dimensi (2D), merupakan karakter animasi yang berkesan dari datar (flat),
baik itu secara karakter ataupun warnanya.
2. Animasi
tiga dimensi (3D),Animasi yang telah dibuat dan bisa dilihat dari beberapa
sudut-sudut pandang mata dan terdapat kesan yang mendalam atau berdimensi
ruang.
Dalam
sebuah desain multimedia Penggunaan animasi dapat dijadikan dalam tampilan yang
menjadi lebih menarik dan dinamis. Pada kebutuhan animasi tergantung pada
Pemilihan jenis animasi yang digunakan sehingga desain yang dihasilkan sangat
lebih efektif dan efisien.
7. Suara
Elemen
pendukung Pada suara dapat digunakan sebagai suasana iteraksi yang lebih
menghidupkan atau nyata,Suara dapat dibedakan menjadi dua oleh multimedia
interaktif, yaitu: suara utama dan suara pendukung. Suara utama ialah suara
yang mengikuti pengguna selama interaksi yang sedang berlangsung hingga
selesai, Suara pendukung merupakan suara yang berada pada bagian-bagian
tombol-tombo Suara.
Sumber
:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_komunikasi_visual
(diakses pada tanggal 29 September 2017)
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_komunikasi
(diakses pada tanggal 29 September 2017)
3. http://www.menggaliilmu.com/2016/12/7-macam-elemen-desain-komunikasi.html
(diakses pada tanggal 29 September 2017)
4. http://www.desainstudio.com/2010/07/beda-desain-grafis-dan-seni-murni.html
(diakses pada tanggal 29 September 2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar