Sabtu, 07 Oktober 2017

Desain Grafis

Pengertian Desain.

Desain dari bahasa italia designo yang artinya gambar. Dalam bahasa latin designare yang artinya merancang. Desain dapat diartikan sebagai proses untuk membuat dan menciptakan objek baru. Desain juga dapat diartikan sebagai perancangan model dari suatu hasil karya atau pekerjaan kreatifitas. Merancang suatu hal yang akan dikerjakan dan dapat digambarkan sebagai rencana.

Pengertian Pemodelan Grafis.

Pemodelan adalah proses pembentukan benda objek yang sudah didesain untuk menjadi objek tertentu agar terlihat labih hidup. Pemodelan juga dapat diartikan sebagai pola rancangan akan suatu hal yang akan dibuat. Pemodelan memerlukan bebrapa tahap proses untuk pengerjaannya.

Dari 2 pengertian diatas. Dapat disimpulkan bahwa Desain Pemodelan Grafik adalah proses perencanaan dalam membuat objek baru dengan bantuan suatu alat canggih.


Prinsip Desain grafik

1.Kesederhanaan
   Yaitu prinsip untuk tidak berlebihan dan sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa harus di tambah atau dikurang.
2.Keseimbangan
  Yaitu keadaan persamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secar visual.
3.Kesatuan
  Yaitu kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan , yang merupakan isi pokok dari komosisi.
4.Irama
  Yaitu selisih anatara dua wujud yang terletak pada ruang yang sama, dua nada musik beruntunan di waktu yang sama.
5.Penekanan
  Yaitu untuk membuat daya nilai persuasif. menarik perhatian pembaca, pendengar, dan penonton. Sehingga ia tertarik dengan apa yang ada di desain rancangan yang dimaksud.



Unsur Desain Grafik.


1.       Garis (Line)
Adalah unsur yang menghubungkan satu titik ke titik yang lain agar dapat membentuk suatu pola yang nantinya untuk membentuk suatu konstruksi desain.
2.       Bentuk  (Shape)
Semua hal dapat disebut sebagai bentuk jika ia memiliki tinggi, lebar, dan panjang. Adapun bentuk bentuk dasar yang kita kenal yaitu kotak, lingkaran, segitiga.
3.       Tekstur (Texture)
Merupakan tampilan permukaan dari suatu benda atau bisa kita sebut corak. Kita dapat menilainya dengan melihatnya dan merabanya. Unsur ini biasanya dikategorikan sebagai corak dari permukaan benda.
4.       Ruang (Space)
Suatu benda yang memiliki bentuk dan memiliki jarak dari bentuk satu ke yang lainnya disebut ruang. Unsur ini dapat dijadikan unsur untuk memberikan efek keindahan dan bentuk dari suatu desain.
5.       Ukuran (Size)
Untuk mendefinisikan besar kecilnya suatu objek, kita membutuhkan unsur yang disebut ukuran.
6.       Warna (Color)
Warna merupakan unsur terpenting dari suatu objek desain. Karena warna dapat memberikan kesan pengenal dari objek itu sendiri, sehingga kita bisa mengenal dengan warna. Warna juga bisa memberi kesan efek estetika dari suatu objek yang dimana objek itu akan bisa dikenali dan mempunyai identitas dari bentuk visual secara jelas. 



Perkembangan desain grafis


           Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain). Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.

           Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.

           Desain grafis mengalami perkembangan pesat setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.

           Pada saat ini adanya mesin cetak dan komputer juga merupakan dua hal yang secara signifikan mempercepat perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid, website yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain grafis. Bahkan animasi Spongebob Squarepants walaupun lebih dikenal dengan sebutan kartun yang sering kita tonton di televisi merupakan bagian dari produk desain grafis juga.


Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam membuat desain pemodelan grafis


          Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi Dalam Membuat Design Pemodelan Grafis Budaya dan teknologi sangat berpengaruh dalam pembuatan sebuah desain berbasis grafis. Namun faktor budaya yang memberikan pengaruh paling luas dan dalam. Hal ini dikarenakan budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang. 

          Selain itu budaya juga merupakan kumpulan dari nilai – nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya.

          Sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia (diantaranya audio dan video).Dalam membuat Design Pemodelan Grafis, tentunya ada unsur-unsur yang berpengaruh dan sangat membantu desainer dalam membuat sebuah model grafis.


Desain pemodelan grafis dalam interaksi manusia dan komputer


           Peranan desain pemodelan grafik sangatlah penting dalam interkasi manusia dengan komputer atau dalam istilah bahasa asingnya adalah Human Computer Interaction (HCI) dimana fungsi pemodelan grafik adalah membuat sesuatu yang dapat mempermudah pengguna atau user baik dalam menjalankan suatu program agar mudah dimengerti atau membuat sesuatu yang mudah di sentuh, enak dilihat dan mudah digunakan dan sesuai atau efisien.

        Dalam mewujudkan suatu pemodelan grafik yang benar-benar efisien tidaklah mudah, disini harus adanya sinkronisasi dalam proses interaksi manusia dengan komputer dimana disini manusia sebagai pengendali proses yang ada di komputer dan komputer pun harus mendapatkan cara komunikasi elektronik agar dapat sinkron dengan user.

       Kemampuan estetika dari desain grafis adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem manusia-komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang tersebut, walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang multidisipliner, gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian ilmu manusia.

           Suatu alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke suatu kesadaran akan tingkat pemahaman menyeluruh dari subjek bidang-bidang yang relevan, mungkin dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang atau lebih. Tingkat kesadaran dari ilmu pengetahuan adalah esensi khusus untuk insinyur dan ilmuwan komputer, yang secara mendasar diharapkan mendesain antarmuka pengguna-sistem sebagai bagian dari sistem proses desain secara menyeluruh.Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).