Kamis, 26 Mei 2016

Impian untuk orang tua

Di sebuah desa tinggallah Anak dan Kedua Orang Tuanya yang sedang sakit keras. Sang Anak sudah merawat orang tuanya sejak 5 tahun. Penyakit orang tuanya pun ditumbuhi penyakit kulit yang menjijikan tak jarang warga menghina keluarga terkena kutukan. Tetapi sang Anak tetap menyanyangi kedua orang tuanya dan merawat dengan sepenuh hati.
“ Hei lihat itu anak gadis dari keluarga Wardana” Kata Ibu Arda
“Iya aku dengar Orang tuanya terkena penyakit yang menjijikan” Jawab ibu Surti
:pasti itu kutukan, mungkin mereka melakukan pesugihan kan mereka dari keluarga miskin! Kata ibu Arda
Sang Anak menghampiri kumpulan ibu ibu itu
“Apa masalah kami dengan kalian, bukankah sewaktu ibuku dan ayahku tidak sakit dia berkumpul bersama dengan kalian, dan jangan bicara hal yang tidak benar ibuku dan ayahku terkena penyakit diabetes” Tegas gadis itu
“Darimana kau tau ? kau bahkan hanya lulusan SMA dan tidak kuliah”
Seketika aku pergi meninggalkan mereka semua, Aku teringat setahun yang lalu aku lulus dan mendapatkan beasiswa kedokteran tapi aku tidak mengambil itu semua karena aku tidak mungkin meninggalkan kedua orang tuaku, Aku memang memiliki cita cita yang tinggi tapi rasa cintaku dan bakti kepada orang tua jauh lebih besar daripada itu semua. Walaupun aku tau masih ada kesempatan untuk tahun ini tapi sepertinya itu tidak mungkin
Gadis itu pulang kerumah
“SInta kamu sudah merawat kami sejak SMP sepertinya penyakit kami ini sulit untuk disembuhkan “ tegas ibu nya
“ tidak ada yang tidak mungkin, ibu harus yakin” kata SInta
“Nak, bukankah dulu kamu dulu memliki beasiswa kedokteran “  kata ayahnya
“ Ah, itu aku tidak lulus” tegas Sinta
Tiba tiba ibu SInta sekarat dan mengucapkan kata terakhirnya
“Sinta ibu tau kamu sebenarnya diterima di kedokteran ambillah itu dan buktikkan kepada warga bahwa keluarga kita tidak terkena kutukan tetapi penyakit dan kamu harus mengubah apa yang tidak sesuai disini:”
IBu Sinta menghembuskan nafas terakhirnya
Selama pemakaman warga tidak berhenti bergosip, karena melihat jenazah ibu sinta yang parah karena diabetes akut. Tetapi setidaknya mereka masih mau peduli untuk menguburkan ibunya dalam benak Sinta
Ketika di rumah
“Sinta turutilah keinginan ibu mu, karena sepertinya ayah akan segera menyusul ibumu! “Ungkap ayahnya.
“Tapi ayah jangan berkata seperti itu “ sambil memeluk ayahnya yang sudah tidak bergerak lagi.
Setelah pemakaman ayahnya Sinta pun berangkat pergi untuk menerusakn pendidiknya. Setelah 4 tahun berlalu Sinta kembali ke Desanya
“Aku akan mengubah hal yang tidak sesuai seperti yang ibu katakana ! Ayah Ibu rasa cintamu padaku telah membawalu kembali kesini bukan sebagai Sinta tetapi Dr. SInta ! Merawat kalian seperti itu tidak ada bandingan nya dengan jasa yang telah kalian berikan padaku!
Sinta berjalan menelusuri desanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar